Pengertian dan Tujuan
Pendidikan Agama Islam
Oleh Abdul Aziz | 9 Sya'ban 1430
Pendidikan merupakan kata yang sudah sangat umum. Karena itu, boleh
dikatakan bahwa setiap orang mengenal istilah pendidikan. Begitu juga
Pendidikan Agama Islam ( PAI ). Masyarakat awam mempersepsikan
pendidikan itu identik dengan sekolah , pemberian pelajaran, melatih
anak dan sebagainya. Sebagian masyarakat lainnya memiliki persepsi bahwa
pendidikan itu menyangkut berbagai aspek yang sangat luas,termasuk
semua pengalaman yang diperoleh anak dalam pembetukan dan pematangan
pribadinya, baik yang dilakukan oleh orang lain maupun oleh dirinya
sendiri. Sedangkan Pendidikan Agama Islam merupakan pendidikan yang
didasarkan pada nilai-nilai Islam dan berisikan ajaran Islam.
Pendidikan sebagai suatu bahasan ilmiah sulit untuk didefinisikan.
Bahkan konferensi internasional pertama tentang pendidikan Muslim ( 1977
) , seperti yang dikemukakan oleh Muhammad al-Naquib al-Attas, ternyata
belum berhasil menyusun suatu definisi pendidikan yang dapat disepakati
oleh para ahli pendidikan secara bulat .
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa :
"Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara" .
Sedangkan definisi pendidikan agama Islam disebutkan dalam Kurikulum
2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SD dan MI
adalah :
"Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam
menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati,
mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam
dari sumber utamanya kitab suci Al-Quran dan Hadits, melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman."
Sedangkan menurut Ahmad Tafsir, Pendidikan Agama Islam adalah usaha
sadar untuk menyiapkan siswa agar memahami ajaran Islam ( knowing ),
terampil melakukan atau mempraktekkan ajaran Islam ( doing ), dan
mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari ( being ).
Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa tujuan Pendidikan Agama
Islam adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam,
keterampilan mempraktekkannya, dan meningkatkan pengamalan ajaran Islam
itu dalam kehidupan sehari-hari. Jadi secara ringkas dapat dikatakan
bahwa tujuan utama Pendidikan Agama Islam adalah keberagamaan, yaitu
menjadi seorang Muslim dengan intensitas keberagamaan yang penuh
kesungguhan dan didasari oleh keimanan yang kuat.
Upaya untuk mewujudkan sosok manusia seperti yang tertuang dalam
definisi pendidikan di atas tidaklah terwujud secara tiba-tiba. Upaya
itu harus melalui proses pendidikan dan kehidupan, khususnya pendidikan
agama dan kehidupan beragama. Proses itu berlangsung seumur hidup, di
lingkungan keluarga , sekolah dan lingkungan masyarakat.
Salah satu masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan agama Islam saat
ini, adalah bagaimana cara penyampaian materi pelajaran agama tersebut
kepada peserta didik sehingga memperoleh hasil semaksimal mungkin.
Apabila kita perhatikan dalam proses perkembangan Pendidikan Agama
Islam, salah satu kendala yang paling menonjol dalam pelaksanaan
pendidikan agama ialah masalah metodologi. Metode merupakan bagian yang
sangat penting dan tidak terpisahkan dari semua komponen pendidikan
lainnya, seperti tujuan, materi, evaluasi, situasi dan lain-lain. Oleh
karena itu, dalam pelaksanaan Pendidikan Agama diperlukan suatu
pengetahuan tentang metodologi Pendidikan Agama, dengan tujuan agar
setiap pendidik agama dapat memperoleh pengertian dan kemampuan sebagai
pendidik yang profesional
Guru-guru Pendidikan Agama Islam masih kurang mempergunakan beberapa
metode secara terpadu. Kebanyakan guru lebih senang dan terbiasa
menerapkan metode ceramah saja yang dalam penyampaiannya sering
menjemukan peserta didik. Hal ini disebabkan guru-guru tersebut tidak
menguasai atau enggan menggunakan metode yang tepat, sehingga
pembelajaran agama tidak menyentuh aspek-aspek paedagogis dan
psikologis.
Setiap guru Pendidikan Agama Islam harus memiliki pengetahuan yang cukup
mengenai berbagai metode yang dapat digunakan dalam situasi tertentu
secara tepat. Guru harus mampu menciptakan suatu situasi yang dapat
memudahkan tercapainya tujuan pendidikan. Menciptakan situasi berarti
memberikan motivasi agar dapat menarik minat siswa terhadap pendidikan
agama yang disampaikan oleh guru. Karena yang harus mencapai tujuan itu
siswa, maka ia harus berminat untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk
menarik minat itulah seorang guru harus menguasai dan menerapkan
metodologi pembelajaran yang sesuai.
Metodologi merupakan upaya sistematis untuk mencapai tujuan, oleh karena
itu diperlukan pengetahuan tentang tujuan itu sendiri. Tujuan harus
dirumuskan dengan sejelas-jelasnya sebelum seseorang menentukan dan
memilih metode pembelajaran yang akan dipergunakan. Karena kekaburan
dalam tujuan yang akan dicapai, menyebabkan kesulitan dalam memilih dan
menentukan metode yang tepat.
Setiap mata pelajaran memiliki kekhususan-kekhususan tersendiri dalam
bahan atau materi pelajaran, baik sifat maupun tujuan, sehingga metode
yang digunakan pun berlainan antara satu mata pelajaran dengan mata
pelajaran lainnya.
Misalnya dari segi tujuan dan sifat pelajaran tawhid yang membicarakan
tentang masalah keimaman, tentu lebih bersifat filosofis, dari pada
pelajaran fiqih, seperti tentang shalat umpamanya yang bersifat praktis
dan menekankan pada aspek keterampilan. Oleh karena itu, cara
penyajiannya atau metode yang dipakai harus berbeda.
Selain dari kekhususan sifat dan tujuan materi pelajaran yang dapat
membedakan dalam penggunaan metode, juga faktor tingkat usia, tingkat
kemampuan berpikir, jenis lembaga pendidikan, perbedaan pribadi serta
kemampuan guru , dan sarana atau fasilitas yang berbeda baik dari segi
kualitas maupun kuantitasnya. Hal ini semua sangat mempengaruhi guru
dalam memilih metode yang tepat dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Uraian singkat ini tentu tidak akan memuaskan Anda, untuk itu komentar
dan opininya sangat saya harapkan.
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Untuk hidup yang lebih bermakna
Jumat, Juli 31, 2009
Pengertian dan Tujuan Pendidikan Agama Islam
Oleh Abdul Aziz | 9 Sya'ban 1430
Pendidikan merupakan kata yang sudah sangat umum. Karena itu, boleh
dikatakan bahwa setiap orang mengenal istilah pendidikan. Begitu juga
Pendidikan Agama Islam ( PAI ). Masyarakat awam mempersepsikan
pendidikan itu identik dengan sekolah , pemberian pelajaran, melatih
anak dan sebagainya. Sebagian masyarakat lainnya memiliki persepsi bahwa
pendidikan itu menyangkut berbagai aspek yang sangat luas,termasuk
semua pengalaman yang diperoleh anak dalam pembetukan dan pematangan
pribadinya, baik yang dilakukan oleh orang lain maupun oleh dirinya
sendiri. Sedangkan Pendidikan Agama Islam merupakan pendidikan yang
didasarkan pada nilai-nilai Islam dan berisikan ajaran Islam.
Pendidikan sebagai suatu bahasan ilmiah sulit untuk didefinisikan.
Bahkan konferensi internasional pertama tentang pendidikan Muslim ( 1977
) , seperti yang dikemukakan oleh Muhammad al-Naquib al-Attas, ternyata
belum berhasil menyusun suatu definisi pendidikan yang dapat disepakati
oleh para ahli pendidikan secara bulat .
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa :
"Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara" .
Sedangkan definisi pendidikan agama Islam disebutkan dalam Kurikulum
2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SD dan MI
adalah :
"Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam
menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati,
mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam
dari sumber utamanya kitab suci Al-Quran dan Hadits, melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman."
Sedangkan menurut Ahmad Tafsir, Pendidikan Agama Islam adalah usaha
sadar untuk menyiapkan siswa agar memahami ajaran Islam ( knowing ),
terampil melakukan atau mempraktekkan ajaran Islam ( doing ), dan
mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari ( being ).
Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa tujuan Pendidikan Agama
Islam adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam,
keterampilan mempraktekkannya, dan meningkatkan pengamalan ajaran Islam
itu dalam kehidupan sehari-hari. Jadi secara ringkas dapat dikatakan
bahwa tujuan utama Pendidikan Agama Islam adalah keberagamaan, yaitu
menjadi seorang Muslim dengan intensitas keberagamaan yang penuh
kesungguhan dan didasari oleh keimanan yang kuat.
Upaya untuk mewujudkan sosok manusia seperti yang tertuang dalam
definisi pendidikan di atas tidaklah terwujud secara tiba-tiba. Upaya
itu harus melalui proses pendidikan dan kehidupan, khususnya pendidikan
agama dan kehidupan beragama. Proses itu berlangsung seumur hidup, di
lingkungan keluarga , sekolah dan lingkungan masyarakat.
Salah satu masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan agama Islam saat
ini, adalah bagaimana cara penyampaian materi pelajaran agama tersebut
kepada peserta didik sehingga memperoleh hasil semaksimal mungkin.
Apabila kita perhatikan dalam proses perkembangan Pendidikan Agama
Islam, salah satu kendala yang paling menonjol dalam pelaksanaan
pendidikan agama ialah masalah metodologi. Metode merupakan bagian yang
sangat penting dan tidak terpisahkan dari semua komponen pendidikan
lainnya, seperti tujuan, materi, evaluasi, situasi dan lain-lain. Oleh
karena itu, dalam pelaksanaan Pendidikan Agama diperlukan suatu
pengetahuan tentang metodologi Pendidikan Agama, dengan tujuan agar
setiap pendidik agama dapat memperoleh pengertian dan kemampuan sebagai
pendidik yang profesional
Guru-guru Pendidikan Agama Islam masih kurang mempergunakan beberapa
metode secara terpadu. Kebanyakan guru lebih senang dan terbiasa
menerapkan metode ceramah saja yang dalam penyampaiannya sering
menjemukan peserta didik. Hal ini disebabkan guru-guru tersebut tidak
menguasai atau enggan menggunakan metode yang tepat, sehingga
pembelajaran agama tidak menyentuh aspek-aspek paedagogis dan
psikologis.
Setiap guru Pendidikan Agama Islam harus memiliki pengetahuan yang cukup
mengenai berbagai metode yang dapat digunakan dalam situasi tertentu
secara tepat. Guru harus mampu menciptakan suatu situasi yang dapat
memudahkan tercapainya tujuan pendidikan. Menciptakan situasi berarti
memberikan motivasi agar dapat menarik minat siswa terhadap pendidikan
agama yang disampaikan oleh guru. Karena yang harus mencapai tujuan itu
siswa, maka ia harus berminat untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk
menarik minat itulah seorang guru harus menguasai dan menerapkan
metodologi pembelajaran yang sesuai.
Metodologi merupakan upaya sistematis untuk mencapai tujuan, oleh karena
itu diperlukan pengetahuan tentang tujuan itu sendiri. Tujuan harus
dirumuskan dengan sejelas-jelasnya sebelum seseorang menentukan dan
memilih metode pembelajaran yang akan dipergunakan. Karena kekaburan
dalam tujuan yang akan dicapai, menyebabkan kesulitan dalam memilih dan
menentukan metode yang tepat.
Setiap mata pelajaran memiliki kekhususan-kekhususan tersendiri dalam
bahan atau materi pelajaran, baik sifat maupun tujuan, sehingga metode
yang digunakan pun berlainan antara satu mata pelajaran dengan mata
pelajaran lainnya.
Misalnya dari segi tujuan dan sifat pelajaran tawhid yang membicarakan
tentang masalah keimaman, tentu lebih bersifat filosofis, dari pada
pelajaran fiqih, seperti tentang shalat umpamanya yang bersifat praktis
dan menekankan pada aspek keterampilan. Oleh karena itu, cara
penyajiannya atau metode yang dipakai harus berbeda.
Selain dari kekhususan sifat dan tujuan materi pelajaran yang dapat
membedakan dalam penggunaan metode, juga faktor tingkat usia, tingkat
kemampuan berpikir, jenis lembaga pendidikan, perbedaan pribadi serta
kemampuan guru , dan sarana atau fasilitas yang berbeda baik dari segi
kualitas maupun kuantitasnya. Hal ini semua sangat mempengaruhi guru
dalam memilih metode yang tepat dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
Uraian singkat ini tentu tidak akan memuaskan Anda, untuk itu komentar
dan opininya sangat saya harapkan.
Diposkan oleh Abdul Aziz di 7/31/2009 02:25:00 PM
Label: Pendidikan Agama Islam
20 komentar:
Khairul12 November 2010 09.32
Pak, saya minta izin untuk meng-copy artikelnya ya.., terima
kasih...
Balas
Abdul Aziz12 November 2010 10.11
Silahkan, semoga bermanfaat.
Terima kasih.
Salam dari Cianjur
Balas
astrii achiiew29 Januari 2011 12.44
Pak, saya mau meminta izin untuk meng-copy artikelnya, terima kasih
sebelumnya :)
Balas
Safa12 Mei 2011 19.36
Terimakasih ulasannya ya ... Ini sangat membantu saya dalam mencari
artikel dengan tema ini, saya juga mendapatkan source yang setema
tentang fungsi pendidikan agama islam, maka setelah saya baca semuanaya,
semkin lengkaplah referensi saya. Terimakasih.
Balas
rizky_nyariz30 Mei 2011 20.34
trimakasih pak artikelnya, minta ijin copy ya?
Balas
Vivi_ary27 Oktober 2011 22.23
Trima Kasih pak artikelnya. sedikit membantu saya untuk membuat PTK
PAI. untuk melengkapi tugas PLPG mama saya
Balas
Zona Blogger16 November 2011 18.15
artikelnya bagus pak, kalau boleh usul iklan2 di sidebar bapak ini
ganti saja dengan iklan lainnya, sebab blog bapak membahas tentang
pendidikan islam, namun iklannya kurang cocok pak dengan tema blog
bapak, maaf apabila menyinggung, demi kebaikan bersama
Balas
Ancha chia chaw15 Januari 2012 22.02
uda d kopy nih pak... bru maw minta izin heheheh..
Balas
Anonim14 Maret 2012 21.09
maf sebelum y saya mau mnta izin untuk mengcopy artikel ini dan
terima kasih banyak :)
Balas
upt stainsalatiga24 Januari 2013 14.08
Tulisan yang bagus
Tulisan terkait tentang pengajaran islam
MULTIPLE INTELLEGENCE DALAM PENGAJARAN AGAMA ISLAM
Balas
Odhid Pratama27 Maret 2013 06.52
pak artikelnya sangat membantu untuk menyeselaikan tugas saya
boleh kah saya meng-copy artikelnya untuk membuat tugas kuliah saya ?
mohon d jawab
Balas
sheriel yuandar11 April 2013 17.23
Assalamu'alaikum,,
saya izin copas iiya,,, hehee
Balas
rini tust27 April 2013 18.05
pak saya mohon izin untuk mengkopi artikelnya.
Balas
novita pradipta21 September 2013 09.22
Izin copas pak :)
Balas
Rizal25 September 2013 06.44
gmn caranya penambahan jam PAI menjadi sarana agar agama tidak hanya
menjadi basis dalam hal ritual dan akhlak belaka, namun
terinternalisasi dalam segala aspek kehidupan murid?
Balas
ivan verys15 Desember 2013 10.20
Makasih ya sob udah share ..............
bisnistiket.co.id
Balas
rini29 April 2014 10.49
trimkasih...
Balas
Black List20 Mei 2014 08.30
masih,atas saranya pk.mdh2an kami bisa menjadi amanah.!..
Balas
Detiyan Nur.A22 Oktober 2014 18.43
Pa saya minta izin untuk meng-copykan artikelnya :)
Sebelumnya Terima Kasih :)
Balas
Pengertian Pendidikan18 November 2014 12.19
salama kenal...blognya bagus sekali sy suka baca artikelnya
Balas
Muat yang lain...
Link ke posting ini
Buat sebuah Link
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Poskan Komentar (Atom)
print
print this page Print this page
Memuat...
WELCOME TO MY BLOG !
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM -- Untuk hidup yang lebih bermakna.
Ajang untuk menjalin silaturahim dan berbagi informasi.
About Me
Foto Saya
Abdul Aziz
Hidup adalah gerak langkah menuju keridhaan Allah SWT
Lihat profil lengkapku
FOLLOWERS
LEBELS
Agama (2)
Dakwah (5)
Metodologi PAI (6)
My First Post (1)
News (5)
Pendidikan (45)
Pendidikan Agama Islam (17)
Peradaban Islam (3)
Psikologi (2)
Ramadhan (4)
Sya'ban (4)
BLOG ARCHIVES
► 2010 (43)
▼ 2009 (52)
► Desember 2009 (11)
► November 2009 (22)
► Oktober 2009 (1)
► September 2009 (1)
► Agustus 2009 (13)
▼ Juli 2009 (4)
Metode Pembiasaan dalam Pendidikan Agama Islam
Metodologi Pendidikan Agama Islam
Pengertian dan Tujuan Pendidikan Agama Islam
This is my first post as a blogger
Hit Counter
widgeo
SILATURAHIM
GOOGLE PAGE RANK
Google PageRank Info
www.GealGeol.com
Page Rank Check
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin